ABCDE Go-jek Jakarta kekurangan dan kelemahannya, dan kritik sistem go-jek pada umumnya

Pernah Selasa 4 Juni 2017 sore hari jam lima lebih aku memesan GoJek dari depan Gedung Artha Graha (kuningan ya?) Pesan mulai jam lima sore aku ulang berulang-ulang sampai hampir jam enam sore, tidak ada satu pun kru Go-Jek yang merespons!

Ini adalah kelemahan fatal dari sistem Gojek saat ini. Sistem Go-Jek idealnya memberikan response time untuk setiap kali pemesanan jangan sampai lebih dari 5 atau sepuluh menit. Kalau response time sampai mendekati satu jam, jelas ini sangat mengecewakan konsumen!

Saya paham kenapa ini terjadi. Ini adalah gara-gara setiap kru Go-Jek tidak ingin untung sedikit. Mereka mau untung sendiri sehingga kalau ada order pada peak time yang memerlukan effort lebih seperti order saya adalah order yang diperkirakan memerlukan effort lebih dari kru Go-Jek karena diperkirakan akan melewati jalur padat yang berpeluang macet. Ini secara individu kru GoJek menguntungkan mereka, namun secara sistem GoJek keseluruhan akan dihasilkan citra buruk yang mencoreng GoJek. Response time sampai hampir mendekati satu jam! adalah sangat tidak bisa diterima untuk sistem mutakhir yang harus responsif. Sistem semacam ini dapat kita kategorikan sebagai sistem yang gagal. Jadi kesimpulannya kalau ini dibiarkan akan menjadi bumerang bagi sistem Go-Jek, bagi reputasi sistem GoJek secara keseluruhan.

Lalu bagaimana solusinya?

Nah, saya mengkritik, dan saya harus memberi solusi alternatif pemecahan. Ada banyak alternatif. Salah satunya adalah ketika ada order yang tidak direspons untuk jangka waktu yang bisa ditolerir seperti yang saya alami di atas, sistem bisa membuat aturan untuk meng-assign secara acak pada salah satu dari beberapa kru Go-Jek terdekat dengan calon penumpang itu. Dan kru yang di-assign oleh sistem tidak boleh menolak, dan kalau menolak, sistem akan memberi penilaian reputasi kru dengan nilai kurang (pengurangan nilai reputasi kepada kru tersebut.) Bisa juga dengan reward, kru yang bersedia menerima perintah dari sistem diberi nilai tambah atau bisa diberi reward point apalagi kalau sistem bisa mendeteksi ternyata order yang dijalani oleh kru memang sulit (dengan mendeteksi waktu tempuh yang melebihi waktu wajar).

Jadi, kejadian fatal sistem go-jek, atau fatal error ini, masih bisa diselamatkan secara sistem. Oleh karena itu, mudah-mudahan tulisan ini masuk ke pihak Go-Jek dan segera pihak GoJek untuk menindaklanjuti kelemahan fatal atua kekurangan yang merugikan konsumen ini. Sekali lagi, berpikirnya harus secara sistem, bukan per individu kru gojek tersebut.

Advertisements

Posted on July 5, 2017, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: