Siklus berulang lagi

Setelah merasa dikatakan berhasil karena sudah publish satu conference paper yang bisa untuk ganti kualifikasi, dan satu lagi jurnal paper, sekarang kesunyian datang lagi. Sunyi karena seakan menggantung, meski masih ada aktivitas gresek-gresek baca ini dan baca itu. Namun, kalau saja ada target dan sasaran yang lebih pasti, tentu akan dikerahkan usaha untuk bisa lebih terpusat pada yang lebih pasti itu.

Berulanglah siklus itu kembali. Keadaan seperti sedang di bawah kembali, seperti jatuh dari ketinggian yang tadinya seolah-olah sudah merasa hampir sampai ke puncak tujuan, tapi tiba-tiba saja seakan ada angin puting beliung yang kencang menghampiri dan menyambar yang menghempaskan sehingga kolapslah tebing itu. Terlihat dari bawah, puncak itu masih ada meski kadang suka tertutupi kabut hitam.

Denyut nadi masih normal, mata masih terang, kepala masih bisa didinginkan kembali. Barangkali diperlukan hening sejenak kembali untuk menyusun kekuatan kembali untuk naik lagi meski harus tidak lewat jalan seperti sebelumnya. Barangkali ada jalan lain yang lebih cepat dan singkat aman untuk bisa mencapai ke puncak prestasi. Jalan itu belum diketahui. Tapi semoga dengan hening sejenak, akan bisa ditemukan jalan itu. Jalan yang bisa dengan cepat singkat dan efisien membawa penumpang ke puncak prestasi.

Duh Gusti paringana pitulungan supados saged dugi mrika.

Posted on February 9, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: