Perasaan itu

Perasaan itu cemas, setelah tadi pagi aku berkirim email ke Prof tentang Google site ku yang sudah aku share (view+edit) dengan Beliau, namun sampai kini Beliau belum me-reply.

Namun, saat seperti inilah saat yang tepat untuk berpikir positif (ber-husnudzdzon). Jangan sekali-kali berpikir yang tidak-tidak tentang Beliau karena memang belum ada bukti yang mengarah ke sana. Tetaplah berprasangka baik, bahwa Beliau akhir-akhir ini memang super sibuk karena sekarang hari Senin sampai Kamis berkantor di Taipei, katanya.

Ketika kau berpendapat bahwa di Taiwan sini kemampuan Bahasa Inggrismu tidak berkembang dan tidak bisa kau jadikan andalan untuk menopang studimu, pendapat itu tidak apa-apa. Namun, setelah itu, jangan kau cemaskan hal itu. Terimalah keadaan ini sebagai sesuatu yang memang harus diterima dan tidak perlu disesali. Keadaan ini adalah keadaan yang memang harus dijalani dan tidak bisa ditolak lagi. Ini namanya takdir. Dan keadaan ini tidak usah diceritakan ke sana ke mari, karena tidak akan produktif.

Terakhir, terus berusaha dan berdoa kepada Allah semoga Allah memberikan jalan keluar terbaik atas pengalaman ini. Jangan lupa, untuk senantiasa berpegang kepada tali Allah dan Rasul-Nya. Hanya dengan cara itu, kamu bisa “berwasilah” dan “berdoa” kepada Allah agar Dia berkenan untuk memberikan jalan keluar yang terbaik. Amiin.

Posted on December 13, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: