Pengalaman Menang

Pengalaman terkalahkan bagi Anda mungkin sering Anda alami. Misalnya, terutama ketika hidup Anda adalah hidup yang Anda patok dengan target-target. Saya harus bekerja sehari semalam 20 jam. Tidur saya harus 4 jam saja. Sisanya untuk bekerja. Dengan target yang seperti itu kemungkinan besar Anda pasti terkalahkan. Contoh lain, saya harus menjadi orang yang rajin serajin-rajinnya. Anda akan kalah lagi. Saya harus berhenti merokok. Anda akan kalah lagi. Saya harus tidak pergi. Anda kalah lagi. Saya harus pergi ke sana. Anda kalah lagi. Hampir semua yang pernah Anda haruskan, ternyata Anda tidak berhasil memenuhi keharusan yang Anda tetapkan sendiri. Padahal, selain pengalaman kalah yang sudah sangat sering Anda alami, pengalaman menang sebagai penyeimbang juga perlu.

Kalah terus menerus itu tidak bagus. Dunia hanya merupakan kumpulan kekalahan, tidak indah. Sebagai penyeimbang, Anda juga disarankan untuk mempunyai pengalaman menang. Ini terutama terhadap kebiasaan Anda yang sudah lama mendarah daging dan berjalan otomatis pada diri Anda. Sekali, dua kali, atau berkali-kali Anda sebaiknya menang melawan kebiasaan Anda yang sebenarnya di hati kecil Anda Anda tidak menginginkan hal itu terjadi.

Apa kunci untuk mendapatkan pengalaman menang? Pertama, Anda harus punya nyali. Tanamkan pada diri Anda bahwa Anda bisa dan mampu untuk memperoleh pengalaman itu. Sadarilah, bahwa kebiasaan yang sudah lama tertanam itu sebelumnya tidak ada. Sehingga untuk membawa kembali kepada ketiadaan kebiasaan itu adalah hal yang bisa dicapai, karena sebelumnya kan Anda pernah berpengalaman untuk tidak seperti itu. Kedua, Anda harus punya nyali untuk memulai. Ketiga, Anda harus punya nyali untuk mengalami kembali.

Adakah di antara Anda yang punya kebiasaan sulit bangun tidur di pagi hari? padahal sebelumnya Anda mudah bangun pagi hari? bahkan Anda pernah bangun pagi persis sebelum bunyi alarm jam yang sudah Anda setel berbunyi? Projek kecil-kecilan semacam ini bisa Anda coba mulai. Selamat memulai untuk memerdekakan pasukan Anda dari kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan hati nurani, dan untuk membawa kembali kepada kebiasaan-kebiasaan pakem dan standar yang dulu pernah dicontohkan oleh Kanjeng Rosul dan para Sahabat, serta orang-orang Saleh sesudahnya.

Posted on October 30, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: