Lupa ya kalau soal sudah dibagikan, dan Anda harusnya mulai mengerjakannya?

Soal itu adalah soal untuk menguji kesabaranmu. Kesabaran untuk tetap beraktivitas sesuai dengan akad yang sudah kamu sepakati sebelumnya. Akad generiknya adalah bahwa kamu tidak diciptakan kecuali hanya untuk membabu kepada Pencipta dirimu. Membabu ada yang bilang menjadi servant, atau dari serapan arab menjadi hamba, atau menjadi budak, atau menjadi kawula dari Pencipta dirimu.

Pada tingkat mikro atau selang waktu yang pendek-pendek, biasana ada etape projek kecil-kecil yang sudah kamu sepakati antara kamu dengan pihak lain. Misalnya dengan pihak pemerintah, dengan pihak atasan, dengan orang lain. Biasanya ada kontrak kerja yang harus dilaksanakan. Misalnya, secara spesifik kamu sekarang kebetulan sedang menjalani kontrak kerja studi lanjut.

Apa hubungan antara kontrak kerja tadi dengan kontrakmu dengan Pencipta bahwa kamu adalah hambaNya? Hubungannya adalah sebagai hamba Allah yang patuh, kamu tidak boleh berbohong kepada sesama, kamu tidak boleh mengingkari janji yang sudah kamu sepakati antara dirimu dengan orang-orang (atau pihak-pihak) di sekitarmu. Aliasnya adalah kamu harus dependable, atau istilah ilmiahnya kamu harus shidiq, alias lagi dapat dipercaya. Penciptamu menginginkan demikian. Sebagai hamba yang baik, kamu mesti patuh dan taat kepada Penciptamu.

Teori semaca itu sudah sering kamu dapatkan bukan? Praktiknya saja yang belum sering dilakukan. Wong soal sudah dibagikan kok masih belum mulai mengerjakan; kamu mau dapat nilai berapa dari Penciptamu? Soal yang aku maksudkan di sini adalah kejadian sehari-hari yang sering kamu alami. Misalnya tentang prioritas bertindak, sudah jelas kan itu. Dalam menentukan prioritas bertindak, di situ ada soal untuk menguji praktik dari teori kesabaran. Ilmu Kesabaran itu tidak bisa diterima hanya dari teori, hanya dari membaca buku, hanya dari mendengarkan atau mengikuti ceramah-ceramah. Dia hanya bisa kita peroleh selain kita sudah didukung dengan teori, kita harus melatihnya secara terus menerus.

Sering kita lupa, Sang Pencipta memberi soal yang menguji kesabaran kita itu tanpa kita sadari. Kita sendiri malah lupa kalau kita sedang mendapat soal itu. Akibatnya apa? Karena tidak tahu kalau soal sudah diberikan, dan waktu mengerjakan juga sudah disediakan, ya sudah, akhirnya kita selalu gagal menyelesaikan soal itu.

Yang lebih parah lagi, soal sudah diberikan, kita malah menghindar, mencari jalan singkat yang sifatnya sementara. Kita tidak mau menyelesaikannya secara to the point, sesuai dengan teori-teori yang pernah kita dapatkan.

Bagaimana supaya kita bisa lolos dalam mengerjakan dan menyelesaikan soal ujian kesabaran dari Allah swt? Pertama, kita harus menyadari setiap kali datang soal bahwa soal sudah datang. Kemudian, begitu soal sudah datang, langsung saja dikerjakan dengan sebaik-baiknya, sedekat mungkin dengan teori-teori yang pernah kita terima baik dari buku-buku maupun dari ceramah-ceramah.  Nah dengan begitu, mudah-mudahan Allah menaikkan sabuk Ilmu Kesabaran kita ke sabuk yang lebih tinggi lagi, dan untuk selanjutnya Allah mungkin juga akan memberi soal-soal kesabaran lagi yang tingkat kesulitannya disesuaikan dengan sabuk yang sudah diterima.

Selamat mengerjakan!

Posted on October 24, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: