Berjalan di jalan yang lurus

ya itulah jalanmu. Jalanmu adalah itu

bukan yang lain

Enak ya, jadi manusia, karena Sang Pencipta tidak tinggal diam. Kau lahir dan kau bisa berjalan, bisa melihat, bisa membaca. Bersyukurlah karena kebisaan-kebisaan itu dengan cara melaksanakan kebisaan itu. Banyak orang bisa, tapi orang banyak diam. Bisa melihat tapi terpejam. Bisa berjalan tapi terdiam. Bisa membaca tapi terbego-bego.

O, manusia, sejak kapan engkau menjadi seperti itu, menumpahkan amarah, menumpahkan sumpah serapah, menumpahkan darah di mana-mana. Tapi Tuhan pun sudah tahu semua itu, itu semua sudah ditulis di KitabNya. Dan alhamdulillah, aku tahu itu, tinggal aku take action, bertindak, bergerak, serentak, di jalan yang lurus itu.

O, senangnya aku, karena aku diperintahkan untuk bersholat lima waktu. Aku bersyukur menempuh jalan ini. Jalan yang ada shalat lima waktunya. Inilah jalan yang unik. Inilah jalah istimewa. Jalan yang sudah direlakan dan direstui olehNya sebagai jalan pembawa selamat. Aku harus bersyukur dengan tetap menempuh jalan ini, apa pun yang terjadi, sampai nanti tiba waktuku.

O, gembiranya aku, pintu maafMu selalu terbuka. Kusadari, meskipun aku bisa berjalan di jalan yang lurus itu, kebisaanku ini adalah kebisaan yang semu. Kebisaanku ini terjadi hanya dengan perkenanMu. Hanya dengan pertolonganMu. Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan izin dan perkenanMu. Aku bersyukur, aku telah menempuh jalan dan akan terus berjalan. Kusyukuri hikmah-hikmah, bunga-bunga perjalanan yang senantiasa Engkau taburkan dalam perjalananku.

Aku tidak akan dan tidak mau lelah, aku terus akan berjalan sehingga suatu saat nanti aku yakin, Engkau di sana, aku akan menghampiriMu.

Aku tahu takdir demi takdir sedang aku tuai setiap saat, dan semua itu sudah Engkau tulis. Aku hanyalah seorang pejalan. Engkau lah yang memperjalankan aku. O, aku, maafkan aku kalau aku kadang merasa disconnected, itu karena aku, aku yang merasa lelah terkadang. Padahal kalau aku pandang Engkau yang penuh dengan segala keMaha-an, o, betapa malunya aku ini. O, bimbinglah aku agar senantiasa connected dengan Engkau. Dalam suasana dan rasa terkoneksi ini, mudahkanlah segala urusanku dalam menjalankan fungsiku sebagai khalifahMu dan sebagai hambaMu yang sedang berjalan di muka bumi ini. Aaamiiin.

Posted on October 7, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: