Jalan Sederhana, Jalan Mudah

Jalan yang berbelit-belit itu ditempuh ketika penempuh jalan tidak membawa peta, atau penempuh jalan membawa peta tapi peta tidak dipakai, atau penempuh jalan mempunyai peta tapi peta ketinggalan, atau penempuh membawa peta dan petunjuk dan semua itu tidak dipatuhi.

Peta sudah tersedia. Peta sudah pernah dipakai perjalan oleh para penempuh jalan dan secara sejarah mereka sudah berhasil. Jadi tidak ada jalan lain, kalau ingin sederhana dan mudah, gunakan peta itu. Petunjuknya juga sudah jelas di situ, laksanakan petunjuk. Sederhananya, kalau kita berjalan sesuai dengan orang-orang yang pernah berjalan dan sekarang sudah sukses, cepat atau lambat kita akan menyusul dan ketemu mereka.

Tinggal sekarang, aku ingin ketemu siapa. Katanya ingin ketemu Kanjeng Rosul. Kalau begitu, ya sudah, ikuti jalan Kanjeng Rosul. Kanjeng Rosul kan sudah pernah bilang, agama itu mudah (simpel) jangan diperslulit. Tapi ini gak berarti dipahami harus dipersepelekan, diremehkan. Kehati-hatian tetap diperlukan bagi para pejalan. Harus tetap waspada. Misalnya, kalau ada jeglongan ya harus dihindari, biar tidak terperosok, dan biar cepat sampai di tujuan.

Kiat dan tips kan sudah banyak aku pahami. Sekarang tinggal tips mana yang ingin dicoba dilaksanakan. (Ingat, ilmu tercapainya kalau sudah dijalani/dilaksanakan.) Kamu harus punya amal andalan yang bisa kamu ‘pamerkan’ kepada Kanjeng Rosul (meski tidak layak, tidak sopan juga untuk berpamer-pamer kepada Beliau, tapi setidaknya Kanjeng Rosul tahu bahwa kamu sudah berusaha semampu mungkin yang bisa kamu usahakan). Coba aja mulai dari tips-tips yang kau rasakan mudah-mudah untuk dijalani. Lakukan secara kontinu. Setelah itu tambahi sedikit demi sedikit, sambil terus-menerus menghindari jeglongan. Setelah kamu punya amunisi yang cukup, tidak mungkin lah, Kanjeng Rosul akan berdiam diri, tidak mungkin lah Gusti Allah akan berdiam diri. Kamu akan ditolong. Kamu, insya Allah, akan mendapatkan pertolongan.

Jadi jalani saja hidup ini, di mana pun kamu sekarang berada, dengan menggunakan rambu-rambu dan panduan yang sudah terbukti berhasil menuntun para pejalan ke tujuan yang dicita-citakan.

[Catatan: jeglongan = (jawa) artinya lubang di jalan; gak = (jawa) artinya tidak; aja = (indonesia, percakapan) saja; insya Allah = (arab) kalau Tuhan menghendaki/mengijinkan; diperslulit = (salah ketik) harusnya dipersulit;]

Posted on July 22, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: