Gelisah memikirkan banyak hal

Pikiran campur-campur, sementara studi memerlukan distraction sesedikit mungkin. Pikiran ke rumah, di rumah sekarang sedang tidak ada pembantu yang standby di sana. Yang ada adalah pembantu setengah hari orang dari RT tetangga.

Kalau seperti ini, tidak ada lagi jalan untuk membantu selain mengadu kepada yang “di atas”. Adukan semua persoalan kepadaNya. Mengadu, dan berusahalah untuk mengadu kepadaNya. Tidak usah sungkan meskipun misalnya sholatmu belum bisa khusyu’-khusyu’. Tuhan kalau ingin menolong dan menurunkan bantuan tidak pilih-pilih. Siapa saja Dia kasihi. Jangan dikira orang yang tidak suka mengadu terlepas dari kasihNya. Semua tanpa terkecuali Dia kasihi. KasihNya tidak habis-habis. Tapi bukan berarti kalau kamu sudah mengadu, terus kamu berhak mendikteNya harus begini, harus begitu. Tidak. Mengadu kepadaNya adalah murni kebutuhan dirimu. Dia tidak butuh ibadahmu.

Daripada tidak mengadu, lebih baik mengadu kepadaNya. Meski tidak mengadu pun Dia sudah tahu semua keperluanmu. Tapi dengan mengadu, kamu bisa menunjukkan kepadaNya bahwa dari pihak kamu, kamu mem-verbalkan dan mengkomunikasikan kepadaNya apa-apa yang sedang menjadi kegundahan dan kegelisahanmu. Orang tua mana yang tidak suka kalau anaknya datang lalu bercita tentang suka duka anaknya. Tuhan pun bisa jadi demikian. Orang yang mengadu kepadaNya bisa jadi mendapat point plus dibanding dengan mereka yang tidak suka mengadu, mereka yang merasa yakin dengan diri mereka sendiri dalam menyelesaikan setiap kegundahan dan atau kegelisahan.

Ketika sedang dalam mode gelisah, berbagai alternatif solusi dari yang rasional dan valid sampai dengan yang invalid akan berusaha muncul ke permukaan. Saat-saat beginilah kamu harus merasakan bahwa saat tersebutlah saatnya kamu mengujikan diri. Kamu harus berani untuk mengambil keputusan solusi yang valid, dan menolak solusi yang invalid. Keterlanjuran memilih solusi invalid, bisa menjadikanmu terperangkap ke dalam kegelisahan-kegelisahan yang lebih mencekam.

So, jadi, kesimpulannya, gelisah atau gundah boleh, silakan. Hidup tidak selamanya dilalui dengan ketenangan, kemulusan, keberhasilan, dan kelancaran. Tapi sebaliknya, semuanya bisa dialami. Ketika yang sedang terjadi adalah kegelisahan, tindakan yang dilakukan harus valid dan tepat. Jangan sembrono. Ketika nanti kegelisahan sudah tertinggalkan, sikap yang diambil juga mesti valid, jangan sembrono. Ayo, hidup ini ujian. Situasi hidup ini juga ujian. Ayo, tetap semangat untuk berjalan menuju kepadaNya, untuk menggapai kasih dan sayangNya.

Posted on June 20, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: