Lega rasanya

Selama ini aku sholat umumnya dengan mekanistis. Solatku seperti robot, habis gerakan ini, itu, habis itu ini, dst., sampai selesai. Begitu terus dan terus begitu. Belakangan, alhamdulillah, aku berusaha untuk mengerem. Aku berusaha memperlambat gerakan sholatku. Bacaan sholatku juga aku perlambat. Aku berusaha membaca tidak secara hafalan, tetapi berusaha membaca dengan meresapi apa-apa yang aku baca.

Aku sholat dengan diriku aku hadirkan ke hadiratNya. Aku usahakan bacaanku tidak hanya bacaan hafalan mekanis di mulut, tidak hanya dipahami artinya di akal, tapi langsung kutembuskan di aku. Aku sadarkan diriku untuk melafadhkan apa-apa yang digerakkan komat-kamit di mulut, apa-apa yang dipahami artinya di pikiran, dan apa-apa yang diresapi di hati. Aku hubungkan apa-apa itu ke hadiratNya. Aku menghubungiNya lewat itu semua dan lewat gerakan-gerakan sholat yang sudah diajarkan.

Posted on June 11, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: