Hasil ujian kualifikasi untuk mata uji yang ke tiga

Baru saja tadi selepas dini hari, aku iseng membuka web departmen, aku menemukan aku belum bisa lulus untuk ujian kali ini. Dari total mata ujian 3 buah, dengan total peserta 42 orang (tapi jumlah unik orang kurang dari 42, karena ada orang-orang yang mengambil 2 mata uji), hanya lulus sebanyak 20 orang dalam 3 mata uji tersebut.

Kali ini sebenarnya aku tinggal mengambil yang algoritma, karena arsitektur komputer dan sistem operasi sudah lulus dalam dua semester yang lalu. Hanya saja kali ini aku belum berhasil lulus. Aku akui persiapanku belum matang benar, padahal bahan yang harus dikuasai sangat banyak, termasuk juga bahan prasyarat yang aku sebenarnya belum kuat. Algoritma yang diujikan sangat standar algoritma lanjut dengan rujukan antara lain Cormen (CLRS) dan …. lupa (total ada 3 buku rujukan).

Sekali lagi tidak ada yang harus disesalkan. Hasil ujian ini juga merupakan pelajaran berharga lagi, yang menambahkan kebelumberhasilanku semster kemarin ketika menempuh kuliah algoritma lanjut. Pengajar kuliah ini juga lah yang membuat soal ujian komprehensif ini.

Apa yang akan aku lakukan selanjutnya? Yang jelas dibanding kalau aku lulus, ada kemungkinan laju progres research saya akan tersendat, atau tidak? ya kita lihat saja. Yang jelas, aku harus lebih berhati-hati dalam memanfaatkan sisa waktu luang untuk persiapan ujian kompre di semester yang akan datang. Peraturan ujian adalah mahasiswa harus lulus 3 mata uji selambat-lambatnya dalam 5 semester dengan kegagalan per mata uji maksimum satu kali.

Tapi belakangan ada peraturan baru yang menyatakan, mahasiswa boleh lulus 2 mata uji saja dengan tambahan satu jurnal. Satu jurnal ter-publish tambahan ini tidak dianggap sebagai jurnal untuk phd. Untuk phd harus tambah lagi 2 jurnal ter-publish. Jadi kalau orang cuma lulus 2 mata uji kompre, dia harus berhasil menerbitkan minimal 3 judul jurnal.

Terus bagaimana ini? Ya, kata istriku yang negatif-negatif jangan sampai sempat terlintas di pikiranku. Yang dipikir adalah yang positif-positif. Jadi kalau akhir-akhir ini kadang aku terceletuk/terucap omongan-omongan negatif tentang sekolahku di sini, sebenarnya itu tidak boleh terjadi. Pokoknya harus tetap positif dan berusaha untuk mewujudkan yang positif itu. Sementara itu, hasil adalah di luar area saya. Sepenuhnya hasil harus saya serahkan sepenuhnya kepadaNya. Yang bisa kulakukan dan harus adalah mengusahakan dengan berbuat yang terbaik. Titik.

Posted on April 24, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: