Memasuki Lubang Jarum

Pernahkah Anda mengalami peristiwa mencekam, yang membuat Anda mengalami kepanikan luar biasa? Misalnya, di depan Anda ada truk gandeng. Merasa aman, Anda mencoba menyalib truk gendheng. Tapi baru di pertengahan samping truk itu, di depan Anda ada Bus Malam yang melaju kencang menuju Anda. Anda memasuki lubang jarum!

Dalam kondisi itu, apa yang harus Anda lakukan? Ada dua kemungkinan: panik, dan kawan-kawan; atau tenang dan segera ambil keputusan sesuai dengan kata hati yang terdalam.

Ketika kita tetap bisa tenang, apapun yang terjadi akan kita serahkan kepada Tuhan. Ya, apapun yang akan terjadi, terjadilah. Dalam kondisi seperti ini, biasanya pertolongan datang dengan cara yang jauh di luar dugaan kita. Ada saja bisikan yang membawa kita pada keputusan yang tepat, sehingga kita tetap bisa selamat melalui lubang jarum itu.

Sebaliknya ketika kita panik, atau sejenisnya, kemungkinan besar kita salah ambil keputusan. Yang terjadi biasanya adalah musibah. Kita tidak berhasil melalui lubang jarum itu.

Kata hatiku berkata, setiap orang pernah mengalami hal demikian. Setiap orang menyikapinya dengan sikap yang bermacam dua tadi. Bagaimana sikap yang baik yang harus diambil? Kita kayaknya kok tidak bisa mengambil sikap terbaik. Karena situasi tersebut adalah situasi yang genting. Dalam situasi genting semacam itu, akan tampak/muncul wujud/bentuk aseli kita. Kalau kehidupan kita sebelum itu kita lalui dengan cara gila-gilaan, dalam memasuki lubang jarum pun kita akan memperlihatkan sikap gila. Sebaliknya kalau sebelumnya kita sudah terbiasa dengan berlatih hidup semeleh dan waras, sikap itu pun secara otomatis muncul.

Jadi pepatah menanam jagung, tumbuh jagung; di sini berlaku. Kita menuai hasil di saat genting tersebut.

Akhirul kata, karena kita tidak tahu apakah kita akan mengalami saat genting, kita tidak tahu pula berapa kali kita akan memasuki lubang jarum, selagi kita masih berada di lingkungan aman dan damai, bertindak, berpikir, dan berperasaanlah yang waras dan semeleh; riang, gembira, senang, suka menolong, berbaik sangka, berperasaan positif, ikhlas, tawakal, sabar.

[http://nurmayafifani.spaces.live.com/?_c11_BlogPart_BlogPart=summary&_c=BlogPart]

Posted on March 26, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: