Kalau harus kalah

Kata kalah sepertinya tabu untuk diucapkan; apalagi bila harus diucapkan di depan seorang motivator, dia akan merevisi dengan belum menang, menang yang tertunda. Dia beralasan otak tidak bisa menyaring kata tidak, atau apa lah. Jangan mengatakan kata negatif. Oke lah, kata ini terpaksa saya katakan di sini untuk mengungkapkan kenyataan. Kenyataannya kamu pernah mengalami kalah. Asal itu kau pahami bukan akhir dari dunia, tidak apa-apa kan, mengatakan kalah. Kalau bukanlah akhir dunia, tapi adalah proses. Kalah adalah proses menuju kemenangan, menuju tujuan.

Mengapa kalah? Pertama karena lupa. Sering orang lupa, sehingga orang bisa kalah. Dengan lupa, orang bisa menjadi jauh dari pengamatan dan pengawasan Tuhan. Sebenarnya sejak dulu Tuhan sih dekat, tapi Tuhan kan mengabulkan setiap apa yang kita sangkakan. Kalau kita lupa, Tuhan akan mengabulkan hal itu. Dah, terjadilah kekalahan demi kekalahan selama status kita lupa. Begitu kita ingat, kita merasa konek lagi dengan Tuhan, kita baru tahu kalau yang sudah kita lakukan itu adalah kekalahan. Kekalahan kita dalam melawan ego, memenuhi kehendakNya.

Dalam keadaan ini apa yang bisa kita lakukan? Kita kembali kepadaNya. Kita minta ampun karena telah lupa sehingga mengakibatkan kekalahan kita atas satu atau lain hal. Minta ampun dan kembali.

Posted on March 10, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: