Menaklukkan kejenuhan

Jenuh adalah kondisi mental yang dirasakan sebagai penat, capek, bosan, malas, yang disebabkan oleh tidak adanya variasi kegiatan. Wow? definisi ngawur ya? Gak apa-apa. Tujuanku kali ini adalah menulis bebas dengan topik jenuh atau kejenuhan.

Contoh jenuh, bila kita seharian di rumah, di dalam kamar bekerja di depan notebook. Pada suatu saat akan terjadi kejenuhan, rasa jenuh. Kita merasa mentok, meski keinginan untuk segera menyelesaikan pekerjaan masih ada, namun ide buntu tak bisa mengalir. Dalam kondisi seperti ini, kalau kita nekat meneruskan pekerjaan itu, waktu sisa yang kita alokasikan tidak efisien. Itulah saatnya bagi kita untuk beralih ke aktivitas lain. Atau kalau perlu kita istirahat.

Bukan hanya itu, ada lagi contoh kalau kita ingin menyelesaikan tugas tapi kita merasa bahwa kita kekuarangan pengetahuan untuk menyelesaikannya. Kita merasa jenuh. Kita ingin lari dari tugas itu. Dalam kondisi ini, kita memang perlu mundur beberapa langkah. Memandang tugas kita dari jarak tertentu. Kita rencanakan strategi untuk menambah pengetahuan/keterampilan kita yang kita perlukan untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Apa masih ada contoh lagi? Dua contoh di atas, kelihatannya berbeda ya? Ada kejenuhan yang disebabkan oleh faktor dalam, ada yang faktor luar. Iya po? Aku pikir, kejenuhan itu sebagian besar disebabkan oleh faktor luar. Sementara itu faktor dalam kan bisa diatur. Tidak begitu, aku malah punya ide, ada penyebab lain yakni faktor gabungan, luar dan dalam.

Apapun penyebabnya, tahukah Anda perbedaan antara kejenuhan dengan kebosanan? Saya pikir, keduanya mirip. Kesan saya, jenuh sifatnya lebih mendalam dan intens daripada bosan. Jenuh sifatnya lebih disebabkan oleh faktor dalam, sementara itu bosan faktor luar. Bener po? Ya, karena ini adalah tulusan bebas, aku bebas menulis apa-apa yang ingin aku tulis. Elaborasi lebih mendalam, pembenaran atau penyalahan dari ungkapan saya di atas akan saya kaji belakangan.

Bagaimana caranya untuk mengatasi kejenuhan? Untuk mengatasi kejenuhan kita perlu variasi kegiatan. Kegiatan kita tidak boleh monoton, tapi harus diselang-seling. Dalam satu selang waktu, seminggu, sebulan, atau seapa, kita harus bisa membuat jadwal selang-seling aktivitas, juga istirahat, yang baik, sedemikian hingga target kita dalam selang waktu itu tetap bisa tercapai.

Adakah cara lain untuk mengatasi kejenuhan?

Posted on March 9, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: