Meskipun tapi harus

Meskipun tapi harus. Tidak ada kata tidak, yang ada kita mesti harus.

Status pelajar yang kembali aku sandang ini harus bisa kumanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu diriku. Setidaknya nanti kalau aku sudah kembali lagi ke tempat kerja asal, aku sudah mempunyai sesuatu yang baru untuk saya bagi-bagi bersama para mahasiswa. Salah satu pemanfaatan dengan sebaik-baiknya adalah dengan menghitung-hitung waktu yang sehari-harinya kita dapatkan. Aku harus dapat memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk sebaik-baiknya aktivitas sehingga mengarah kepada tujuan semula yakni belajar.

Gunakan meskipun tapi harus. Tidak ada alasan. Alasan aku sudah tidak lagi muda, aku sudah beranak banyak, aku sudah berkeluarga, dsb., dsb., jangan dikedepankan. Orang mudah membuat ratusan bahkan ribuan alasan untuk tidak bertindak menuju tujuan. Itu kerja perlawanan yang sudah built-in pada diri setiap orang. Itu kerja ego. Lagi-lagi ego yang jadi biang keladi. Untuk bisa mengarah ke tujuan, ego harus ditaklukkan. Di perjalanan, tidak usah dipikirkan apakah kamu nanti bisa sampai ke sana apa tidak. Tugasmu di perjalanan adalah mengarahkan setir kemudi agar semua fakultasmu mengarah ke sana. Hatimu ke sana. Perasaanmu ke sana. Pikiranmu ke sana. Tindakanmu ke sana. Cukup itu dan nikmatilah perjalananmu. Kamu dinilai atas dasar usahamu.

Lagi-lagi kalau kamu terbawa ke performa masa sebelumnya, jangan kau hiraukan kalau itu membawamu stuck dan macet. Yang sudah terjadi biarkan sudah terjadi. Ambil informasinya untuk menyusun strategi tindakan apa yang sebaiknya dilakukan agar arahnya bisa ke sana lagi. Perjalanan kapal di laut tidak selamanya mulus. Ada kalanya tanpa disengaja kapal tersandung benda laut. Atau kapal teralihnya jalur sementara karena cuaca. Setelah semua itu berlalu, pegang kemudi arahkan kembali ke tujuan.

Pun kalau kurang baiknya performa masa lalu adalah karena kamu kurang berbuat optimal, sekarang yang bisa kamu lakukan untuk menenangkan kembali adalah dengan memperbanyak minta ampun kepada yang menjadi penguasamu. Semua itu terjadi karena kelemahanmu, akui itu dihadapanNya, minta ampunlah kepadaNya, dan minta tolonglah kepadaNya agar di masa-masa sekarang dan kemudian, kamu senantiasa berada dalam bimbinganNya dan senantiasa dikuatkan dalam mengatasi egomu.

Jadi, meskipun tapi harus!

Posted on March 2, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: