Perang Melawan Hawa Nafsu (Ego)

Jadi ingat, waktu aku di desa dari lahir sampai akhir SMA, aku sering Jum’atan di masjid desa. Sering Kaji Bakar, Haji Abubakar almarhum, mengulang-ulang di setiap khutbah Jum’at-nya untuk senantiasa mengingatkan dirinya dan jamaah jumat agar selalu berperang melawan hawa nafsu.

Peringatan itu akan tetap tinggal sebagai peringatan kosong kalau saya pribadi tidak berkomitmen, tidak berikrar, tidak mengungkap secara sadar bahwa hal itu memang begitu. Nah, salah satu tujuan dari tulisan ini dan tulisan yang lalu-lalu serta yang akan datang adalah untuk keperluan ini. Oleh karena itu saya akan berkomitmen untuk senantiasa meluangkan waktu menulis blog ini, rutin, istiqomah, insya Allah, untuk mencatat kembali, menemukan kembali apa-apa yang pernah saya dapatkan di setiap penggalan perjalanan hidup saya. Harapan saya minimal, penulisan kembali ini bisa menjadi penguat dan peringatan, pengingat-ingat, penyadar bagi diri saya pribadi.

Waktu berperang sangat fleksibel. Justru ketika hawa nafsu menunjukkan geliatnya untuk mulai menunjukkan aksinya, di saat itu pula saya harus bisa membaca sinyal itu. Sinyal peringatan ini terjadi dan ada pada setiap orang. Hanya saja, pada umumnya orang, sinyal ini mengalami pelemahan atau bahkan disertai dengan detektor sinyal yang sudah tertimbuni karat. Nah, senyampang kita masih dikaruniai detektor sinyal yang bagus untuk mendeteksi sinyal pemberontakan dari hawa nafsu ini, manfaatkan karunia itu dengan sebaik-baiknya.

Sangkal pada saat itu juga. Contoh, kalau kita tiba-tiba diserang oleh rasa ingin bermalas-malas padahal kita sudah beristirahat cukup, katakan segera tidak. Katakan, ini adalah saatnya yang tepat untuk berlatih berperang melawan hawa nafsu. Kalau dari yang kecil-kecil kita sudah terbiasa menyangkal, lama kelamaan yang semakin besar, bisa kita tanggulangi, dan akhirnya yang terbesar juga berhasil kita tanggulangi. Orang hawa nafsu jalan pembiasaannya itu berasal dari yang sepele-sepele, kecil-kecil, dan ringan-ringan.

Ok, selamat menunaikan jihad terbesar dalam hidup: jihat melawan ego (hawa nafsu)!

Posted on February 22, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. korespondensi dengan pengelola blog ini bisa lewat ke yusron [at] live [dot] comterima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: