Pengembaraan dalam Meraih Kemenangan

Tujuan akhir adalah kemenangan. Kemenangan kehendak Allah dan RasulNya dalam melawan ego (hawa nafsu). Kemerdekaan diri lahir batin, pikiran dan perasaan dalam menegakkan kedaulatan kehendak Allah dan kanjeng Nabi SAW.

Mungkin tidak diperlukan banyak belajar untuk mengetahui mana-mana yang dikehendaki Allah dan RasulNya, mana-mana yang bertentangan dengan semua itu. Ada yang sudah belajar secara mendalam, ada yang sedang, ada yang masih dangkal. Sedangkal apapun, sebenarnya kalau itu diamalkan, bisa jadi pengamalan itu membuahkan kemenangan. Ingat, pernah ada seseorang yang sowan kanjeng Nabi, dengar dari salah satu ceramah dan detilnya saya kurang tahu. Intinya bahwa kanjeng Nabi dalam memberi bekal kepada satu orang, berbeda dengan satu orang yang lain. Kanjeng Nabi tahu persis bekal apa yang bisa dengan pas diamalkan oleh orang yang sowan kepada Beliau. Nah!

Kanjeng Nabi sudah meninggalkan saya secara fisik sejak lama. Namun jejak-jejak, bekas-bekas yang Beliau tinggalkan sudah menyebar ke mana-mana. Insya Allah, saya adalah salah seorang yang kena cipratan itu. Nah!

Saya yakin, kanjeng Nabi tahu apa-apa yang akan Beliau masukkan ke saya lewat jejak-jejak, bekas-bekas, dan cipratan-cipratan itu. Nah!

Tinggal sekarang yang sudah terlanjur saya terima itu saya uri-uri saya jadikan amal yang mudawamah dan istiqomah. Nah!

Saya tidak tahu berapa lama lagi saya akan kuat beramal di dunia ini, tapi kalau saya terus saja berazam untuk semakin menggenjot amal saya, orang saya sudah sedikit banyak mengenyam cipratan-cipratan dari kanjeng Nabi, ya sudah. Saya insya Allah akan masuk dalam golongan yang terselamatkan oleh kanjeng Nabi SAW.

Ego memang bermain dalam berbagai tataran. Perang urat syaraf tidak hanya terjadi pada level perasaan tapi juga pada level pemikiran. Nah!

Kalau saja kau terus mau berusaha memaksakan dirimu dengan sadar detik demi detik untuk menjaga diri, membentengi diri, memilih-milih dalam bertindak, kau akan bisa terselamatkan oleh berkat dan limpahan rahmat dari kanjeng Nabi SAW.

Kalau pun masa lalumu adalah kelam, gelap gulita, tidak optimal, gado-gado, hal itu tidak masalah. Apalagi kalau masa lampaumu lumayan, insya Allah bekal ini bisa memudahkan lebih bagimu untuk mengantongi point dalam semakin mendekati kelompok kanjeng Nabi SAW.

Mari kita dirikan partai kedaulatan Allah dan kanjeng Rasul SAW di dalam hati, pikiran, perasaan, dan fisik kita masing-masing. Kita kibarkan bendera kedaulatan Allah dan RasulNya di otak kita masing-masing. Kita jauhkan musuh ego yang berusaha merongrong lewat berbagai pintu dan jalur, baik secara fisik maupun non fisik.

Kemenganan sudah dekat. Mari kita sambut kemenangan. Mari kita merdekakan diri pribadi masing-masing dalam menegakkan daulah khilafah Islamiyan di dalam masing-masing individu. Dengan demikian insya Allah, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat akan mendekat. Insya Allah.

Posted on February 21, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: