Menyelesaikan kurang baiknya kinerja di masa lalu

Umumnya orang, bila mengalami yang demikian, apalagi kalau dia merasa kurang baiknya kondisi dia saat ini juga disebabkan oleh hal itu, dia akan menyesal. Kata guru sejarah waktu aku di SMP, orang itu akan bilang sajuko sajuko. Harusnya aku dulu begini, begitu. Wah kalau aku dulu tidak begitu, aku tidak bakalan begini. Tidak hanya itu, ada bahkan orang yang memikirkan hal itu berlarut-larut dan terlalu dalam. Ada lagi yang hari-harinya selalu terbawa ke masa lalu.

Penyikapan semacam itu menghasilkan siksaan gratis yang berlangsung secara berkepanjangan, dua puluh empat jam sehari. Ketika dia tidur pun keadaan itu terbawa mimpi dan menghantui dalam mimpi-mimpinya.

Orang yang bersikap demikian, dalam analisis sederhana, terindikasi mengalami gejala penyakit lemah iman. Dia kurang mempercayai keberadaan Tuhan, atau kalau pun dia percaya, dia kurang meyakini campur tangan Tuhannya atas dirinya.

Cara mudah untuk mengobati orang semacam ini adalah dengan memaksa dia untuk kembali mempercayai keberadaan Tuhan dan kekuasaan Tuhan atas dirinya. Dia harus dipaksa untuk mengakui dan menyerah kalah atas kekuasaan Tuhan atas dirinya. Dia harus dipaksa bahwa semua yang telah terjadi atas dirinya adalah merupakan takdir dari Tuhan.

Dengan kata lain, dia harus dipaksa untuk kembali ke jalan Tuhan. Dia harus bertindak dengan mengikuti kehendak Tuhan. Dari mana dia tahu kehendak Tuhan? Dari yang telah Tuhan bocorkan kepada manusia lewat manusia pilihannya, yakni lewat kanjeng Rosul SAW. Pokoknya, dia harus mengambil semua yang berasal dari Tuhan dan RasulNya dan meninggalkan semua yang dilarang oleh Tuhan dan RasulNya.

Pilihan untuk mau patuh kepada Tuhan dan Rasulnya VS memperturutkan ego (hawa nafsu) itu bersifat mutually exclusive. Jadi, kalau dia sudah mau kembali ke panggilanNya, ya sudah, dia akan otomatis meninggalkan diri dari kepatuhannya kepada egonya. Sudah. Putus, tus. Tapi apakah semudah itu? Bisa dibilang mudah, kalau saja Tuhannya mau mempermudahnya. Makanya bilang saja tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. لاحول ولاقوّة الّابالله العلي العظيم

Posted on February 21, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: