Rahasia Kesuksesan…


alumnifisipunpar

[AFU] Rahasia Kesuksesan…

Iwan Prasetyo
Sun, 15 Mar 2009 22:58:56 -0700

  Baca deh...insya Allah bs bermanfa'at buat kt semua...(cerita ini diambil
dr kisah seorg hamba Allah);


Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang
satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan
bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang
pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau
seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh
anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai
supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak,
puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall,
apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau
bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi
saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi
beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200
juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya.
Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum
mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah
hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya.
Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam,
maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya
ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa
dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu
menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

"Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai
penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah
orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan
lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit
sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan
pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya,
sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan
dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun
ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali.
Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya
sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama
untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas
sejenak.

RAHASIA KEDUA

"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah
bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu
dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa
mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah
melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan
rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang
baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena
saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan
pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik
memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas
yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu
ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat).
Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya,
'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka
terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki,
kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan
ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu
rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau
jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan
selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan
sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar
dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak
disangka-sangka," begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia
ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat
terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."

"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang
bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan
memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga", saya menimpali
(QS Ath Thalaq 2-3).

"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak
diduga-duga?," tanya beliau.

"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim
rejeki itu datang untuk kita.

"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau
ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini
membuat saya berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang
tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah
akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."

"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.

"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda
temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."

"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki,
datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura
belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah
ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.

"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau
Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu
sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang
benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah
yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang
menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu
serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia
seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".

Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat
janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan
wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan
hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan
rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk
keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah,
penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda
dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."

"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan,
lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang
perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu
menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu
mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda.
Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda
menduakannya."

Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya
banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau.
Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya
uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal
seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya
andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru
Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak
perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....

------------------------------
 New Email addresses available on Yahoo!
<http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!

  • [AFU] Rahasia Kesuksesan… Iwan Prasetyo

  • Kirim email ke

Tulisan di atas saya klipping dari sini:

http://www.mail-archive.com/alumnifisipunpar@yahoogroups.com/msg01882.html

Posted on February 12, 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: